= Welcome My Blog =

Hai, selamat datang di blog saya,
enjoy my blog
have fun :)

Popular Posts

My Blog List

www.gunadarma.ac.id. Diberdayakan oleh Blogger.
Senin, 04 April 2016
Pada kesempatan ini saya akan mengshare mengenai cara menguji coba jaringan kabel UTP dengan berbagai jenis susunan ke PC/Laptop. Untuk menguji jaringan saya menggunakan tekhnik Peer to Peer (P2P).
Beberapa peralatan atau bahan yg harus disiapkan diantaranya sebagai berikut :
Ø  2 PC/Laptop
Ø  Kabel UTP
Ø  Konektor RJ45
Ø  Tang Krimping
Ø  Kabel Tester
Berikut Langkah-langkahnya :
Ø  Susunlah kabel UTP menjadi susunan cross dan susunan straight (seperti yg dilakukan pada tugas pertama)
Ø  Setelah kabel tersusun, koneksikan kabel UTP ke port LAN card. Setelah itu setting jaringan dengan cara klik start -> control panel -> Network and Sharing Center -> Change Adapter Settings -> pada Local Area Connection klik kanan -> Properties -> Pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) -> Isi IP Address secara manual, dan Subnetmask otomatis akan tampil > Klik OK
Ø  Maka hasilnya seperti pada gambar dibawah ini.

Langkah berikutnya
Setelah melakukan test ping dengan cara buka cmd (windows+r -> ketik cmd -> enter) setelah itu ketik ping (spasi) [IP address yang telah dibuat].
Ø  Berikut beberapa IP yang telah admin test :

Pada hasil pengujian gambar diatas adalah replay yang artinya komputer yang dituju memberikan respon terhadap pesan yang dikirim dan dapat terhubung untuk berkomunikasi ataupun transfer file.
Ø  Berikut tampilkan tabel pengujinya :







Kamis, 10 Maret 2016
Nama   : Ade Novia
NPM    : 10113146
Kelas   : 3 KA 39
Tugas Jaringan Komputer Dasar

Membuat kabel Straight dan Cross
Cara membuat sebuah kabel jaringan di perlukan beberapa peralatan yg perlu kita siapkan
·         Tang Crimping
·         Kabel UTP
·       



















               RJ-45 LAN


Langkah-langkah cara pemasangan kabel UTP tipe straight
Ø  Kupas ujung kabel sekitas 3 cm sampai kabel yg terdapat di dalam nya kelihatan
Seperti gambar dibawah ini.


Ø  Pisahkan kabel-kabel tersebut dan luruskan, susunlah kabel-kabel tersebut dengan rapih berdasarkan warna.


§  Hijau
§  Hijau Putih
§  Orange Putih
§  Biru
§  Biru Putih
§  Orange
§  Coklat Putih
§  Coklat

Ø  Setelah kabel tersusun, kemudian ambil Jack RJ-45, Jack ini terdiri dari 8 pin.
Pin 1 dari jack ini adalah pin yang berada paling kiri.
Ø  Masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam Jack RJ-45 sesuai dengan urutan.
§  Orange Putih pada Pin 1
§  Orange pada Pin 2
§  Hijau Putih pada Pin 3
§  Biru pada Pin 4
§  Biru Putih pada Pin 5
§  Hijau pada Pin 6
§  Coklat Putih pada Pin 7
§  Coklat pada Pin 8.
Ø  Hasil dari sususan dari kabel straight.

Ø  Setelah selesai menyusun kabel straight kemudian kita akan mencoba dengan menggunakan LAN tester masukkan ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti Anda telah sukses.

Ø  Untuk cara pemasangan kabel yang kedua, langkah-langkahnya sama dengan pemasangan ujung kabel pertama.
 ulangi langkah-langkah tadi untuk memasang Jack RJ-45 pada ujung kabel yang kedua.
Langkah-langkah cara membuat kabel UTP tipe cross
Ø  Cara pemasangan kabel UTP tipe cross hampir sama dengan casa pemasangan kabel UTP tipe straight. Mengenai pemasanganya sama seperti pada pemasangan kabel straight. Hanya saja perbedaan terdapat pada urutan warna kabel pada ujung kabel yang keduanya. Untuk ujung kabel pertama.
Ø  Sususan warna pada kabel cross
§  Orange Putih pada Pin 1
§  Orange pada Pin 2
§  Hijau Putih pada Pin 3
§  Biru pada Pin 4
§  Biru Putih pada Pin 5
§  Hijau pada Pin 6
§  Coklat Putih pada Pin 7
§  Coklat pada Pin 8.

Ø  Hasil dari sususan dari kabel Cross.

Ø   Setelah selesai menyusun kabel straight kemudian kita akan mencoba dengan menggunakan LAN tester masukkan ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan
Susunan warna ujung kabel pertama berbeda dengan unjung kabel kedua. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar.

Ø  Hasil koneksikan melalui cmd






Rabu, 20 Januari 2016
Assalmmua’laikum Wr Wb.
Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang cara membuat “Usulan Karya Ilmiah/Penelitian” pada kesempatan kali ini saya akan memberikan sebuah contoh cara membuat karya ilmiah contoh yg akan saya buat adalah tentang materi “Output/Grafis primitive” berikut langkah-langkah cara membuat karya ilmiah “Output/Grafis primitive
LATAR BELAKANG
Output/Grafis primitive merupakan bentuk geometri dasar yang sering digunakan untuk membuat suatu bentuk objek yang kompleks. Titik dan garis lurus adalah bentuk geometri paling sederhana dan komponen gambar. Keberadaan garis sudah ada sejak zaman nenek moyang, saat mereka melakukan suatu upacara/ritual dalam kepercayaan mereka dengan membuat suatu goresan-goresan di dinding-dinding gua. Dari guratan itulah tercipta berbagai macam garis yang saling tersambung lalu membentuk suatu obyek obyek yang biasa kita sebut gambar. Dari gambar inilah tercipata sebuah lukisan-lukisan yang nantinya menjadi cikal bakal lahirnya berbagai macam huruf yang akan mereka gunakan sebagai alat komunikasi. Selain garis yang sering dikenal dengan kontur, garis ini bisa juga digunakan untuk mengungkapkan sebuah gerak dan bentuk baik itu dalam bentuk 2 dimensi atau  3 dimensi.
RUMUSAN MASALAH 
  1. Apakah yang dimaksud dengan output primitive?
  2. Apa saja atribut yang digunakan didalamnya?
  3. Apa saja algoritma yang digunakan di dalam tipe garis?
TUJUAN PENULISAN
  1. Memahami konsep output primitive.
  2. Memahami pengertian atribut-atribut yang digunakan didalamnya
  3. Memahami dan membedakan algoritma pembuatan garis.
  4. Menganalisis algoritma pembuatan garis DDA.
MANFAAT PENULISAN
Agar pembahasan mengenai ouput primitive tidak membahas hal hal yang terlalu mendalam dan tidak terjadi kesalahpahaman maka haruslah ditentukan pembatasan dalam penulisan, adapun pembatasan penulisan tersebut antara lain penulisan hanya membahas mengenai ouput primitive, dan atribut yang ada didalamnya serta memahami dan menganalisis algoritma pembuatan garis DDA.
KAJIAAN TEORI
Grafika komputer atau dalam bahasa Inggris computer graphics dapat diartikan sebagai perangkat alat yang terdiri dari hardware dan software untuk membuat gambar, grafik atau citra realistik untuk seni, game komputer, foto dan film animasi. Grafika computer merupakan bagian yang paling menarik dari bidang ilmu komputer, ini dikarenakan untuk dapat memahaminya dengan baik diperlukan kemampuan matematika dan juga keahlian untuk memprogram dan kreativitas.
Elemen Gambar untuk Menciptakan Gambar dalam Komputer
Penghasilan citra pada grafik komputer menggunakan primitif grafik dasar. Primitif ini memudahkan untuk merender (menggambar pada layar monitor) sebagaimana penggunaan persamaan geometri sederhana. Primitif grafik dasar yang dipakai dalam algoritma berbasis visual interaktif diantaranya:
  1. Titik
  2. Garis
METODE PENELITIAN  
            Algoritma  Digital  Differential  Analyzer  (DDA)  adalah  algoritma pembentukan garis berdasarkan perhitungan Δx dan Δy, menggunakan rumus Δy = m.Δx. Garis dibuat dengan menentukan dua endpoint yaitu titik awal dan titik akhir. Setiap koordinat titik yang membentuk garis diperoleh dari perhitungan, kemudian dikonversikan menjadi nilai integer.
Langkah-langkah pembentukan menurut algoritma DDA, yaitu :
  1. Tentukan dua titik yang akan dihubungkan.
  2. Tentukan salah satu titik sebagai titik awal (x0, y0) dan titik akhir (x1, y1).
  3. Hitung Δx = x1 – x0 dan Δy = y1 – y0
  4. Tentukan step, yaitu jarak maksimum jumlah penambahan nilai x maupun nilai y dengan cara :
  • Bila nilai |Δy| > |Δx| maka step = nilai |Δy|.
  • Bila tidak maka step = |Δx|.
  1. Hitung penambahan koordinat pixel yaitu x_increment = Δx / step dan y_increment = Δy / step.
  2. Koordinat selanjutnya (x+ x_increment, y+ y_increment).
  3. Posisi pixel pada layer ditentukan dengan pembulatan nilai koordinasi tersebut.
Ulangi step 6 dan step 7 untuk menentukan posisi pixel selanjutnya, sampai x = x1 dan y = y1.
Contoh :
Untuk menggambarkan algoritma DDA dalam pembentukan suatu garis yang menghubungkan titik (10,10) dan (17,16), pertama-tama ditentukan dx dan dy, kemudian dicari step untuk mendapatkan x_increment dan y_increment.
Δx = x1 – x0 = 17-10 = 7
Δy = y1 – y0 = 16-10 = 6
Selanjutnya hitung dan bandingkan nilai absolutnya.
|Δx| = 7
|Δy| = 6
Karena |Δx| > |Δy|, maka step = |Δx| = 7, maka diperoleh :
x_inc = 7/7 =1
y_inc = 6/7 = 0.86
k
x
Y
round(x),round(y)
(10,10)
0
11
10,86
(11,11)
1
12
11,72
(12,12)
2
13
12,58
(13,13)
3
14
13,44
(14,13)
4
15
14,3
(15,14)
5
16
15,16
(16,15)
6
17
16,02
(17,16)

18
17
16
15
14
13
12
11
10
10
11
12
13
14
15
16
17
18





Disini saya akan menjelaskan Pengertian Deduktif dan Induktif
Deduktif
adalah sebuah paragraf yang kalimat utamanya berada di awal paragraf, kemudian diikuti kalimat penjelas, paragraf deduktif ini menggambarkan sesuatu yang lebih atau menjelaskan suatu kejadian yang lebih spesifik.

Contoh kalimat paragraf deduktif
Pemuda warga desa tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib. Sebelumnya, banyak anak sekolah yang dibiarkan di luar rumah, dan hanya duduk duduk di pinggir jalan pada saat jam jam belajar. Para pemuda mulai mendatangi orang tua dan memberi pengertian pentingnya belajar bagi anak anak mereka. Apabila warga menemukan anak-anak mereka sedang kumpul - kumpul di pinggir jalan pada saat jam belajar, mereka akan diperingatkan dan diajak untuk belajar bersama. Jam belajar masyarakat dimulai pukul18.00 sampai pukul 20.00.Kalimat utama dalam paragraf di atas adalah kalimat yang pertama  yaitu , Pemuda warga desa tenteram memutuskan melaksanakan jam belajar masyarakat dengan tertib

Induktif
            Sama hal nya dengan paragraf deduktif paragraf induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama,
Menggambarkan atau menjelaskan kejadian di awal dan mengakhirinya pada kalimat utama.

Contoh kalimat paragraf induktif
Banyak pedagang kaki lima yang entah bagaimana awalnya, seperti mengelompokkan diri hanya dengan menjual jenis barang tertentu di sebuah trotoar tertentu. Selanjutnya, tampillah trotoar tersebut sebagai etalase khusus. Bahkan, banyak barang khas trotoar terkenal di Jakarta yang tidak bisa dijumpai di toko-toko resmi. Dari suasana tersebut ternyata banyak trotoar yang akhirnya menjadi terkenal karena penampilanya yang khas.

Bisa dilihat antara perbedaan dari kedua paragraf tersebut.
Paragraf deduktif kalimat utamanya berada di awal paragraf, kemudian diikuti kalimat penjelas sedangkan paragraf induktif paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama.