= Welcome My Blog =
Hai, selamat datang di blog saya,
enjoy my blog
have fun :)
enjoy my blog
have fun :)
= Mengenai Saya =
Blog Archive
-
▼
2017
(6)
- ▼ 05/07 - 05/14 (3)
- ► 04/02 - 04/09 (2)
- ► 03/19 - 03/26 (1)
-
►
2016
(8)
- ► 11/27 - 12/04 (1)
- ► 10/16 - 10/23 (1)
- ► 04/17 - 04/24 (2)
- ► 04/03 - 04/10 (1)
- ► 03/06 - 03/13 (1)
- ► 01/17 - 01/24 (2)
-
►
2015
(24)
- ► 11/22 - 11/29 (1)
- ► 10/18 - 10/25 (1)
- ► 05/31 - 06/07 (5)
- ► 04/26 - 05/03 (5)
- ► 04/12 - 04/19 (3)
- ► 03/22 - 03/29 (3)
- ► 03/08 - 03/15 (1)
- ► 01/18 - 01/25 (5)
-
►
2014
(19)
- ► 12/21 - 12/28 (7)
- ► 11/23 - 11/30 (2)
- ► 11/09 - 11/16 (2)
- ► 10/12 - 10/19 (1)
- ► 10/05 - 10/12 (1)
- ► 09/28 - 10/05 (1)
- ► 04/27 - 05/04 (1)
- ► 04/13 - 04/20 (1)
- ► 04/06 - 04/13 (1)
- ► 03/23 - 03/30 (1)
- ► 03/16 - 03/23 (1)
-
►
2013
(2)
- ► 12/01 - 12/08 (1)
- ► 10/27 - 11/03 (1)
Popular Posts
-
Pengertian Arsitektur Telematika Telematika adalah singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika sering dipakai untuk...
-
PENGERTIAN PENALARAN proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan ...
-
PENGERTIAN Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama sat...
-
Konsumen akan selalu melakukan kegiatan konsumsi, dimana dalam kegiatan konsumsi tersebut akan ada sesuatu yang diinginkan yaitu...
-
F ungsi produksi adalah fungsi yang menentukan output dari perusahaan untuk semua kombinasi masukan. Sebuah fungsi meta-produksi (ka...
-
Permintaan adalah jumlah barang/jasa yang diinginkan dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dalma jangka waktu te...
-
Assalmmua’laikum Wr Wb. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang cara membuat “Usulan Karya Ilmiah/Penelitian” pada kesempa...
-
Kelebihan Windows 10 Perusahaan penguasa terbesar dunia, dibidang sistem operasi komputer tersebut, akan bersiap-siap meluncurk...
-
Variasi harga dan jumlah barang yang diminta berupa minyak tanah , minyak sayur dan minyak zaitun untuk semester I dan II perio...
-
NAMA : Ade Novia NPM : 10113146 KELAS : 1KA40 KERAGAMAN DAN KESETARAAN Keragaman dan kesetaraan Keragaman manusia sudah menja...
Blog Archive
-
▼
2017
(6)
- ▼ 05/07 - 05/14 (3)
- ► 04/02 - 04/09 (2)
- ► 03/19 - 03/26 (1)
-
►
2016
(8)
- ► 11/27 - 12/04 (1)
- ► 10/16 - 10/23 (1)
- ► 04/17 - 04/24 (2)
- ► 04/03 - 04/10 (1)
- ► 03/06 - 03/13 (1)
- ► 01/17 - 01/24 (2)
-
►
2015
(24)
- ► 11/22 - 11/29 (1)
- ► 10/18 - 10/25 (1)
- ► 05/31 - 06/07 (5)
- ► 04/26 - 05/03 (5)
- ► 04/12 - 04/19 (3)
- ► 03/22 - 03/29 (3)
- ► 03/08 - 03/15 (1)
- ► 01/18 - 01/25 (5)
-
►
2014
(19)
- ► 12/21 - 12/28 (7)
- ► 11/23 - 11/30 (2)
- ► 11/09 - 11/16 (2)
- ► 10/12 - 10/19 (1)
- ► 10/05 - 10/12 (1)
- ► 09/28 - 10/05 (1)
- ► 04/27 - 05/04 (1)
- ► 04/13 - 04/20 (1)
- ► 04/06 - 04/13 (1)
- ► 03/23 - 03/30 (1)
- ► 03/16 - 03/23 (1)
-
►
2013
(2)
- ► 12/01 - 12/08 (1)
- ► 10/27 - 11/03 (1)
My Blog List
www.gunadarma.ac.id. Diberdayakan oleh Blogger.
Rabu, 22 Maret 2017
Pengertian Etika, Profesi, Etika
Profesi, Profesionalisme dan Etika Profesi di Bidang Teknologi Informasi
1. Etika
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.
2. Profesi
Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya. Biasanya sebutan “profesi” selalu dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang, akan tetapi tidak semua pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi karena profesi menuntut keahlian para pemangkunya. Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, akan tetapi memerlukan suatu persiapan melalui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu. Pekerjaan tidak sama dengan profesi. Istilah yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam adalah sebuah profesi sudah pasti menjadi sebuah pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi. Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang harus dipenuhi sebagai suatu ketentuan, sedangkan kebalikannya, pekerjaan tidak memiliki aturan yang rumit seperti itu. Hal inilah yang harus diluruskan di masyarakat, karena hampir semua orang menganggap bahwa pekerjaan dan profesi adalah sama.
Profesi merupakan suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian atau keterampilan dari pelakunya. Biasanya sebutan “profesi” selalu dikaitkan dengan pekerjaan atau jabatan yang dipegang oleh seseorang, akan tetapi tidak semua pekerjaan atau jabatan dapat disebut profesi karena profesi menuntut keahlian para pemangkunya. Hal ini mengandung arti bahwa suatu pekerjaan atau jabatan yang disebut profesi tidak dapat dipegang oleh sembarang orang, akan tetapi memerlukan suatu persiapan melalui pendidikan dan pelatihan yang dikembangkan khusus untuk itu. Pekerjaan tidak sama dengan profesi. Istilah yang mudah dimengerti oleh masyarakat awam adalah sebuah profesi sudah pasti menjadi sebuah pekerjaan, namun sebuah pekerjaan belum tentu menjadi sebuah profesi. Profesi memiliki mekanisme serta aturan yang harus dipenuhi sebagai suatu ketentuan, sedangkan kebalikannya, pekerjaan tidak memiliki aturan yang rumit seperti itu. Hal inilah yang harus diluruskan di masyarakat, karena hampir semua orang menganggap bahwa pekerjaan dan profesi adalah sama.
3. Etika
Profesi
Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. Kode etik profesi adalah sistem norma, nilai dan aturan professsional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.
Etika profesi menurut keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat. Kode etik profesi adalah sistem norma, nilai dan aturan professsional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.
4.
Profesionalisme
Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus. “Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Alam bekerja, setiap manusia dituntut untuk bisa memiliki profesionalisme karena di dalam profesionalisme tersebut terkandung kepiawaian atau keahlian dalam mengoptimalkan ilmu pengetahuan, skill, waktu, tenaga, sember daya, serta sebuah strategi pencapaian yang bisa memuaskan semua bagian/elemen. Profesionalisme juga bisa merupakan perpaduan antara kompetensi dan karakter yang menunjukkan adanya tanggung jawab moral.
Profesionalisme merupakan komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuannya secara terus menerus. “Profesionalisme” adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya. Alam bekerja, setiap manusia dituntut untuk bisa memiliki profesionalisme karena di dalam profesionalisme tersebut terkandung kepiawaian atau keahlian dalam mengoptimalkan ilmu pengetahuan, skill, waktu, tenaga, sember daya, serta sebuah strategi pencapaian yang bisa memuaskan semua bagian/elemen. Profesionalisme juga bisa merupakan perpaduan antara kompetensi dan karakter yang menunjukkan adanya tanggung jawab moral.
Kode etik
profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang
bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan
kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi,
sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana di lapangan kerja
(kalanggan sosial).
Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan.
Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi di lain instansi atau perusahaan.
Dalam era
kini, informasi dipandang sebagai aset atau sumber yang setara dengan
sumber-sumber lain dan juga mempunyai kekhususan persoalan dan pengelolaannya,
sehingga diperlukan suatu manajemen khusus yaitu sistem manajemen informasi
dengan pengelolanya yang khusus yaitu manajer informasi atau Chief Information
Officer (CIO). Sebagai manajer jelas harus mengetahui etika manajemen. Aspek
keuangan merupakan suatu aspek yang yang sangat sensitif, demikian juga dengan
aspek informasi. Dengan demikian hak dan tanggung jawab manajer mengisyaratkan
bahwa syarat manajer harus “beretika (bermoral) tinggi dan kuat”.
Sebagai
seorang yang profesional, kita mempunyai tanggung jawab untuk mempromosikan
etika penggunaan teknologi informasi di tempat kerja. Kita mempunyai tanggung
jawab manajerial. Kita harus menerima tanggung jawab secara etis seiring dengan
aktivitas pekerjaan. Hal itu termasuk melaksanakan peran kita dengan baik sebagai
suatu sumber daya manusia yang penting di dalam sistem bisnis dalam organisasi.
Sebagai seorang manajer atau pebisnis profesional, akan jadi tanggung jawab
kita untuk membuat keputusan-keputusan tentang aktivitas bisnis dan penggunaan
teknologi informasi, yang mungkin mempunyai suatu dimensi etis yang harus
dipertimbangkan.
Teknologi Informasi mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia. Karena TI ibarat pisau bermata dua, legal dan ilegal, baik dan buruk, maka mau tak mau berhubungan dengan etika.
Merupakan hal yang penting untuk mengetahui bahwa hal yang tidak etis belum tentu ilegal. Jadi, dalam kebanyakan situasi, seseorang atau organisasi yang dihadapkan pada keputusan etika tidak mempertimbangkan apakah melanggar hukum atau tidak.
Banyaknya aplikasi dan peningkatan penggunaan TI telah menimbulkan berbagai isu etika, yang dapat dikategorikan dalam empat jenis:
1. Isu privasi: rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu/pelanggan dan menjualnya kepada pihak lain untuk tujuan komersial. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.
2. Isu akurasi: autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan?
3. Isu properti: kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
4. Isu aksesibilitas: hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.
Teknologi Informasi mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia. Karena TI ibarat pisau bermata dua, legal dan ilegal, baik dan buruk, maka mau tak mau berhubungan dengan etika.
Merupakan hal yang penting untuk mengetahui bahwa hal yang tidak etis belum tentu ilegal. Jadi, dalam kebanyakan situasi, seseorang atau organisasi yang dihadapkan pada keputusan etika tidak mempertimbangkan apakah melanggar hukum atau tidak.
Banyaknya aplikasi dan peningkatan penggunaan TI telah menimbulkan berbagai isu etika, yang dapat dikategorikan dalam empat jenis:
1. Isu privasi: rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Pengumpulan, penyimpanan, dan penyebaran informasi mengenai berbagai individu/pelanggan dan menjualnya kepada pihak lain untuk tujuan komersial. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.
2. Isu akurasi: autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan?
3. Isu properti: kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
4. Isu aksesibilitas: hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.
Salah satu
alasan sulitnya menegakkan etika di dunia TI adalah karena relatif barunya
bidang ini. Tak seperti dunia kedokteran yang usianya sudah ratusan abad,
bidang TI adalah profesi baru. Walaupun ada juga yang melanggar, dalam dunia
kedokteran, etika profesi sangat dijunjung tinggi. Ini jauh berbeda dengan
dunia TI, di mana orang sangat mudah melanggar etika. Orang masih meraba-raba
batasan antara inovasi, kreatifitas, dan pelanggaran etika. Apalagi dunia ini
hampir sepenuhnya digeluti oleh anak-anak muda yang kerap mengabaikan persoalan
moralitas yang abu-abu.
Tujuan
Kode Etik Profesi
Prinsip‐prinsip umum yang dirumuskan dalam suatu profesi akan
berbeda satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan
perbedaan adat, kebiasaan, kebudayaan, dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi
adalah:
perbedaan adat, kebiasaan, kebudayaan, dan peranan tenaga ahli profesi yang didefinisikan dalam suatu negar tidak sama. Adapun yang menjadi tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi
adalah:
1.
1. Standar‐standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab
terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya
2.
Standar‐standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan
apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema‐dilema etika dalam pekerjaan
3.
Standar‐standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama
dan fungsi‐fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan‐kelakuan yang jahat dari anggota‐anggota tertentu
4.
Standar‐standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral‐moral dari komunitas, dengan demikian standar‐standar etika menjamin bahwa paraanggota profesi akan
menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya
5.
Standar‐standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas
atau kejujuran dari tenaga ahli profesi
6.
Perlu diketahui bahwa kode etik
profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang‐undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik
profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya
MODUS-MODUS KEJAHATAN DALAM
TEKNOLOGI INFORMASI
Kebutuhan akan teknologi Jaringan
Komputer semakin meningkat. Selain sebagai media penyedia informasi, melalui
Internet pula kegiatan komunitas komersial menjadi bagian terbesar, dan
terpesat pertumbuhannya serta menembus berbagai batas negara. Bahkan melalui
jaringan ini kegiatan pasar di dunia bisa diketahui selama 24 jam. Melalui
dunia internet atau disebut juga cyberspace, apapun dapat dilakukan. Segi
positif dari dunia maya ini tentu saja menambah trend perkembangan teknologi
dunia dengan segala bentuk kreatifitas manusia. Namun dampak negatif pun tidak
bisa dihindari. Tatkala pornografi marak di media Internet, masyarakat pun tak
bisa berbuat banyak.
Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan “CyberCrime” atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus “CyberCrime” di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil. Delik formil adalah perbuatan seseorang yang memasuki komputer orang lain tanpa ijin, sedangkan delik materil adalah perbuatan yang menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain. Adanya CyberCrime telah menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah sulit mengimbangi teknik kejahatan yang dilakukan dengan teknologi komputer, khususnya jaringan internet dan intranet.
Seiring dengan perkembangan teknologi Internet, menyebabkan munculnya kejahatan yang disebut dengan “CyberCrime” atau kejahatan melalui jaringan Internet. Munculnya beberapa kasus “CyberCrime” di Indonesia, seperti pencurian kartu kredit, hacking beberapa situs, menyadap transmisi data orang lain, misalnya email, dan memanipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programmer komputer. Sehingga dalam kejahatan komputer dimungkinkan adanya delik formil dan delik materil. Delik formil adalah perbuatan seseorang yang memasuki komputer orang lain tanpa ijin, sedangkan delik materil adalah perbuatan yang menimbulkan akibat kerugian bagi orang lain. Adanya CyberCrime telah menjadi ancaman stabilitas, sehingga pemerintah sulit mengimbangi teknik kejahatan yang dilakukan dengan teknologi komputer, khususnya jaringan internet dan intranet.
https://ikiriandy.wordpress.com/2015/03/25/pengertian-etika-profesi-etika-profesi-profesionalisme-dan-etika-profesi-di-bidang-etika-profesi-di-bidang-teknologi-informasi/
Senin, 28 November 2016
Pengertian Arsitektur Telematika
Telematika adalah singkatan dari
Telekomunikasi dan Informatika. Istilah telematika sering dipakai untuk sarana
komunikasi jarak jauh melalui media elektromagnetik.
Kemampuannya adalah mentransmisikan sejumlah besar informasi
dalam sekejap, dengan jangkauan seluruh dunia, dan dalam berbagai cara, yaitu
dengan perantaan suara (telepon, musik), huruf, gambar dan data atau
kombinasi-kombinasinya.
Istilah arsitektur mengacu pada desain sebuah aplikasi, atau
dimana komponen yang membentuk suatu sistem ditempatkan dan bagaimana mereka
berkomunikasi. Jadi secara sederhana arsitektur telematika (What) yaitu
sebuah struktur desain yang secara logic dapat meningkatkan hubungan jaringan
komunikasi dengan teknologi informasi. Arsitektur mempunyai tiga elemen utama
yaitu :
1. Arsitektur sistem pemrosesan
Menentukan standar teknis untuk hardware, lingkungan sistem
operasi, dan software aplikasi, yang diperlukan untuk menangani persyaratan
pemrosesan informasi perusahaan dalam spektrum yang lengkap.
2. Arsitektur telekomunikasi dan
jaringan
Menentukan kaitan di antara fasilitas komunikasi perusahaan,
yang melaluinya informasi bergerak dalam organisasi dan ke peserta dari
organisasi lain, dan hal ini juga tergantung dari standar yang berlaku.
3. Arsitektur data
Dari ketugas arsitektur ini, bagian arsitektur data lah yang
paling rumit dan sulit dalam implementasinya, menentukan organisasi data untuk
tujuan referensi silang dan penyesuaian ulang, serta untuk penciptaan sumber
informasi yang dapat diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup luas.
Arsitektur Telematika
istilah
arsitektur dapat diartikan sebagai struktur desain komputer dan semua
rinciannya, seperti sistem sirkuit, chip, bus untuk ekspansi slot, BIOS dan
sebagainya. Tiga elemen utama sebuah arsitektur, masing-masing sering dianggap
sebagai arsitektur, adalah:
1. Arsitektur sistem pemrosesan,
menentukan standar teknis untuk hardware, lingkungan
sistem operasi, dan software aplikasi, yang diperlukan untuk
menangani persyaratan pemrosesan informasi perusahaan dalam spektrum yang
lengkap. Standar merupakan format, prosedur, dan antar muka, yang menjamin
bahwa perlengkapan dan software dari sekumpulan penyalur akan bekerja sama.
2. Arsitektur telekomunikasi dan
jaringan, menentukan kaitan di antara fasilitas komunikasi
perusahaan, yang melaluinya informasi bergerak dalam
organisasi dan ke peserta dari organisasi lain, dan hal ini juga tergantung
dari standar yang berlaku.
3. Arsitektur data, sejauh ini
merupakan yang paling rumit diantara ketiga arsitektur di atas, dan termasuk
yang relatif sulit dalam implementasinya, menentukan organisasi data untuk
tujuan referensi silang dan penyesuaian ulang, serta untuk penciptaan sumber
informasi yang dapat diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup luas.
Hal itu mendorong munculnya
paradigma baru dalam pemrosesan data yaitu apa yang disebut Distributed
Processing dimana sejumlah komputer mini komputer, workstation atau personal
komputer menangani semua proses yang didistribusikan secara phisik melalui
jalur jaringan komunikasi. Salah satu bentuk dari distributed processing adalah
arsitektur client-server. MenurutWikipedia, klien-server atau client-server
merupakan sebuah paradigma dalam teknologi informasi yang merujuk kepada cara
untuk mendistribusikan aplikasi ke dalam dua pihak: pihak klien dan pihak
server. Dalam model klien/server, sebuah aplikasi dibagi menjadi dua bagian
yang terpisah, tapi masih merupakan sebuah kesatuan yakni komponen klien dan
komponen server. Komponen client juga sering disebut sebagai front-end,
sementara komponen server disebut sebagai back-end. Komponenclient dari
aplikasi tersebut dijalankan dalam sebuah workstation dan menerima masukan data
dari pengguna. Komponen client tersebut akan menyiapkan data yang dimasukkan oleh
pengguna dengan menggunakan teknologi pemrosesan tertentu dan mengirimkannya
kepada komponen server yang dijalankan di atas mesinserver, umumnya dalam
bentuk request terhadap beberapa layanan yang dimiliki olehserver. Komponen
server akan menerima request dari clinet, dan langsung memprosesnya dan
mengembalikan hasil pemrosesan tersebut kepada client. Clientpun menerima
informasi hasil pemrosesan data yang dilakukan server dan menampilkannya kepada
pengguna, dengan menggunakan aplikasi yang berinteraksi dengan pengguna. Dapat
di simpulkan Arsitektur Telematika itu sendiri adalah sebuah struktur desain
yang secara logika dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi dengan
teknologi informasi.
Beberapa Arsitektur Client-Server
1. Arsitektur Mainframe
Pada
arsitektur ini, terdapat sebuah komputer pusat (host) yang memiliki sumber daya
yang sangat besar, baik memori, processor maupun media penyimpanan. Mainframe
menyediakan sedikit waktu dan sebagian memorinya untuk setiap pemakai (user),
kemudian berpindah lagi kepada pemakain lain, lalu kembali kepemakai yang
pertama. Perpindahan ini tidak dirasakan oleh pemakai, seolah-olah tidak ada
apa-apa. Jenis komputer ini memiliki suatu Central Processing Unit, Storage
Device yang agak besar (kira-kira sebesar 2 lemari pakaian) dan ditempatkan
pada tempat tersendiri. Peralatan CPU dan Storage tersebut dihubungkan dengan
banyak terminal yang terdiri dari keyboard dan monitor saja. Melalui komputer
terminal, pengguna mengakses sumber daya tersebut. Komputer terminal hanya memiliki
monitor/keyboard dan tidak memiliki CPU. Semua sumber daya yang diperlukan
terminal dilayani oleh komputer host. Model ini berkembang pada akhir tahun
1980-an.
2. Arsitektur File Sharing
Pada arsitektur ini komputer server menyediakan file-file
yang tersimpan di media penyimpanan server yang dapat diakses oleh pengguna.
Arsitektur file sharing memiliki keterbatasan, terutama jika jumlah pengakses
semakin banyak serta ukuran file yang di shaing sangat besar. Hal ini dapat
mengakibatkan transfer data menjadi lambat. Model ini populer pada tahun
1990-an.
3. Arsitektur Client/Server
Karena
keterbatasan sistem file sharing, dikembangkanlah arsitektur client/server.
Dengan arsitektur ini, query data ke server dapat terlayani dengan lebih cepat
karena yang ditransfer bukanlah file, tetapi hanyalah hasil dari query
tersebut. RPC (Remote Procedure Calls) memegang peranan penting pada arsitektur
client/server. Arsitektur Client-Server Telematika terdiri dari 2 buah
arsitektur yakni, arsitektur sisi client dan sisi server-nya.
Arsitektur Sisi Client
Istilah
ini merujuk pada pelaksanaan atau penyimpanan data pada browser (koneksi HTPP
atau client) sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah sebuah contoh dari sisi
eksekusi client dan Cookie adalah contoh dari sisi penyimpanan pada Client.
Lihat Cookie, Server Side.
Karakteristik Client
Ø Selalu memulai permintaan ke server.
Ø Menunggu balasan.
Ø Menerima balasan.
Ø Biasanya terhubung ke sejumlah kecil
dari server pada satu waktu.
Ø Biasanya berinteraksi langsung
dengan pengguna akhir dengan menggunakan
antarmuka pengguna seperti antarmuka pengguna grafis.
Ø Khusus jenis klien mencakup: web
browser, e-mail klien, dan online chat klien
Biasanya
berinteraksi langsung dengan pengguna akhir dengan menggunakan antarmuka
pengguna seperti antarmuka pengguna grafis. Khusus jenis klien mencakup: web
browser, e-mail klien, dan online chat klien.
Arsitektur Sisi Server
Sebuah
eksekusi sisi server adalah server Web khusus eksekusi yang melampaui standar
metode HTTP itu harus mendukung. Sebagai contoh, penggunaan CGI script sisi
server khusus tag tertanam di halaman HTML; tag ini memicu tindakan terjadi
atau program untuk mengeksekusi.
Karakteristik Server
Ø Selalu menunggu permintaan dari
salah satu klien.
Ø Melayani klien permintaan kemudian
menjawab dengan data yang diminta ke klien.
Ø Sebuah server dapat berkomunikasi
dengan server lain untuk melayani permintaan klien.
Ø Jenis server khusus mencakup: web
server, FTP server, database server, E-mail server, file server, print server.
Kebanyakan web layanan ini juga jenis server.
Jadi, secara umum Arsitektur
Client-Server atau jaringan komputer adalah sebuah aplikasi terdistribusi
arsitektur yang partisi tugas atau beban kerja antara penyedia layanan (server)
dan pelayanan pemohon, disebut klien. Sering kali klien dan server beroperasi
melalui jaringan komputer pada hardware terpisah. Sebuah mesin server adalah
performa tinggi host yang menjalankan satu atau lebih program server yang
berbagi sumber daya dengan klien. Seorang klien tidak berbagi apapun dari sumber
daya, tetapi meminta server layanan konten atau fungsi. Oleh karena itu klien
memulai sesi komunikasi dengan server yang menunggu (mendengarkan) masuk
permintaan.
Dalam perkembangannya, client/server
dikembangkan oleh dominasi perusahaan software besar yaitu Baan, Informix,
Lotus, Microsoft, Novell, Oracle, PeopleSoft, SAP, Sun, dan Sybase.
Perusahaan-perusahaan ini adalah superstar pada era pertama dimunculkannya
konsep client/ server. Saat ini perusahaanperusahaan ini telah menjadi
perusahaan komputer yang stabil dan besar.
KOLABORASI ARSITEKTUR TELEMATIKA DARI SISI CLIENT DAN SERVER
Berikut
ini adalah penjelasan mengenai kolaborasi arsitektur sisi client dan sisi
server yang terbagi kedalam 3 bagian:
1. Arsitektur Single-Tier
Arsitektur single-tier adalah semua komponen produksi dari
sistem dijalankan pada komputer yang sama. Ini adalah sederhana dan paling
mahal alternatif. Ada kurang perlengkapan untuk membeli dan mempertahankan.
Kelemahan dari jenis ini pelaksanaan keamanan lebih rendah dan kurangnya skalabilitas.
Sebuah arsitektur skalabel ketika dapat dengan mudah diperluas atau ditambah
untuk memenuhi kebutuhan peningkatan kinerja. Setelah semua komponen utama
situs dan data di satu komputer di belakang firewall daun domain situs lebih
rentan terhadap serangan berbahaya. Menjalankan semua komponen situs pada
sebuah komputer juga membatasi ekspansi dan optimalisasi kemungkinan. Anda
hanya dapat menambahkan begitu banyak memori atau begitu banyak CPU untuk
sebuah server tunggal.
2. Arsitektur Two-tier
Arsitektur two-tier, antarmuka pengguna ditempatkan di
lingkungan desktop dan sistem manajemen database. Biasanya dalam sebuah server,
yang lebih kuat merupakan mesin yang menyediakan layanan bagi banyak client.
Pengolahan informasi dibagi antara sistem user interface lingkungan dan
lingkungan server manajemen database. Arsitektur two-tier lebih aman dan
terukur daripada pendekatan single-tier. Pilihan ini bergerak Database Server
ke mesin terpisah di belakang firewall yang kedua. Ini menambah keamanan
tambahan dengan menghapus data pelanggan sensitif dari DMZ. Memiliki database
pada komputer yang terpisah meningkatkan kinerja keseluruhan situs. Kelemahan
dari opsi ini adalah biaya yang mahal dan kompleksitas arsitektur.
3. Arsitektur Three-tier
Arsitektur
three-tier diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan dari arsitektur two-tier. Di
tiga tingkatan arsitektur, sebuah middleware digunakan antara sistem user
interface lingkungan klien dan server manajemen database lingkungan. Middleware
ini di implementasikan dalam berbagai cara seperti pengolahan transaksi
monitor, pesan server atau aplikasi server. The middleware menjalankan fungsi
dari antrian, eksekusi aplikasi dan database pementasan. Di samping itu
middleware menambahkan penjadwalan dan prioritas untuk bekerja di kemajuan.
Three-tier klien / server arsitektur digunakan untuk meningkatkan performa
untuk jumlah pengguna yang besar dan juga meningkatkan fleksibilitas ketika
dibandingkan dengan pendekatan dua tingkat.
Kekurangan dari tiga tingkatan
arsitektur adalah bahwa lingkungan pengembangan lebih sulit untuk digunakan
daripada pengembangan aplikasi dari dua lapis, yaitu :
1. Three tier dengan pesan server
Pada arsitektur ini, pesan akan diproses dan diprioritaskan
asynchronously. Header pesan memiliki prioritas yang mencakup informasi, alamat
dan nomor identifikasi. Server pesan link ke relasional DBMS dan sumber data
lainnya. . Pesan sistem alternatif untuk infrastruktur nirkabel.
2. Three tier dengan server aplikasi
Arsitektur
ini memungkinkan tubuh utama untuk menjalankan sebuah aplikasi pada tuan rumah
bersama bukan di sistem user interface lingkungan klien. Server aplikasi logika
bisnis saham, perhitungan dan pengambilan data mesin. . Dalam aplikasi
arsitektur ini lebih terukur dan biaya instalasi kurang pada satu server
dibandingkan mempertahankan masing-masing pada klien desktop
ELEMEN – ELEMEN DASAR DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR
1.
TITIK
Pengertian Titik adalah : Awal dan akhir dari sebuah garis;
Menunjukkan posisi dalam sebuah ruang; Merupakan pusat perhatian; Titik tidak
memiliki panjang, lebar, luas, atau pealaman.
2.
GARIS
Garis adalah sebuah titik yang diperpanjang, yang memiliki
panjang, tapi tidak memiliki lebar dan tinggi.
Elemen garis di bagi 2 yaitu :
Ø Elemen linear vertical.
Contohnyan : Kolom, Tiang, Menara dll.
Ø Elemen linear Horizontal.
Contohnyan : denah.
3.
BIDANG
Bidang adalah Sebuah garis yang diteruskan kearah yang
berbeda dari arah asalnya . sebuah bidang memiliki panjang dan lebar tapi tidak
memiliki tinggi.
4.
RUANG
Ruang adalah Gabungan dari beberapa bidang.
Unsur pembentuk ruang yaitu :
Ø Harus ada pembatas.
Ø Harus ada benda/manusia.
5.
BENTUK
Bentuk adalah Karakteristik pengenal volume yang utama.
Bentuk juga adalah cirri utama yang menunjukkan suatu volume, hal ini
ditentukan oleh volume, wujud, dan hubungan antara bidang – bidang yang
menggambarkan batas – batas. Secara konseptual volume mempunyai 3 dimensi yaitu
panjang, lebar dan tinggi.
6.
TEKSTUR
Tekstur adalah Gambaran mengenai sifat permukaan suatu benda
yang dapat menimbulkan kesan – kesan tertentu seperti kasar, halus licin,
mengkilat dan buram.
7.
WARNA
Warna adalah Intensitas dan nilai pada permukaan bentuk.
Fungsi utama warna dalam karya
perancangan adalah ;
Ø Meningkatkan kwalitas atau member
nilai tambah
Ø Sebagai media komunikasi yang
memiliki makna untuk penyalur kesan dan informasi.
Ø Untuk menutupi kelemahan atau
kekurangan suatu permukaan bentuk atau benda yang di anggap kurang menarik.
Arsitektur Client Side Server Side, dan Client Server
1. Web statis : web ini hanya
menyediakan informasi, tidak ada interaksi antara pengelola web
dan pengunjung, Web ini dibuat
dengan mengunakan html biasa.
2. Web Dinamis : web ini dikatakan dinamis karena
selain menyediakan informasi, web ini juga menyediakan layanan interaksi antara
pengunjung web dan pengelola web seperti pengunjung dapat memberikan komentar,
dapat merubah konten web, memindahkan konten, dan lain sebagainya. Web ini dibuat dengan html, css, javascript,
php, jquery dll. Dalam perkembangannya web dinamis dapat dibuat dengan dua cara
yaitu:
·
Teknologi
Client Side
·
Teknologi
Server Side
Teknologi Client Side
Dalam teknologi Client Side proses
update data dilakukan pada sisi browser. Sebagai contoh : jika kita melakukan
interaksi dengan halaman web maka browser yang akan mengelola apa yang kita
perintahkan.
Karakteristik client –side scripting
:
·
Kode
program didownload bersama dengan halaman web
·
Bersifat interpreter dan diterjemahkan oleh
browser
·
Model
eksekusinya simple dan skrip dapat dijadikan satu dengan HTML
Berikut cara kerja Client Side:
·
Pengunjung
web mengklik salah satu link dari web dan browser membaca perintah
pengunjung untuk memangil alamat web
yang dituju.
·
Setelah
itu browser akan mengalihkan ke halaman yang dituju oleh pengunjung web.
Contoh teknologi Client Side :
Ø css, jquery, javascript
Teknologi Server Side
Dalam teknologi Sever Side proses update dilakukan di
server. Cara kerja Server side : jika kita melakukan interaksi dengan halaman
web maka browser akan mengirimkan perintah ke server, kemudian server akan merespon dan melaukan
perintah yang diberi kemudian server akan mengirimkan kembali data/ perintah
dari browser, dan browser akan
menampilkan data/ perintah tersebut.
Karakteristik server side
programming :
1.
Ada
client yang meminta request
2.
Eksekusi
program dilakukan di server
3.
Mengirimkan hasil ke client
Keuntungan server side programming :
1.
Cross
platform : tidak tergantung dengan browser tertentu
2.
Optimasi
dan pemeliharaan dilakukan di browser
3.
Dapat
mengakses database dan tidak tergantung dengan keamanan
4.
Menambah
kekuatan server
5.
Kode program aman
Aplikasi yang sering digunakan oleh
server side programming yaitu :
Ø Search engines
Ø Database access
Ø Chat & bulletin board service
Dalam pembuatan web teknologi server side dibutuhkan server
seperti xampp, wam, iis dan lain sebagainya. Contoh teknologi server side yaitu
asp, php dan jsp
Perbedaan utama server-side programming dan client server
programming adalah tempat mengeksekusi skripnya. Pada client server
programming, skrip dieksekusi di browser sedangkan server side programming
dieksekusi di client (web browser).
Kolaborasi
Arsitektur Klien & Server
Arsitektur
Sisi Klien
Pelaksanaan atau
penyimpanan data pada browser (atau klien) sisi koneksi HTTP. JavaScript adalah
sebuah contoh dari sisi klien eksekusi, dan cookie adalah contoh dari sisi
klien penyimpanan. Lihat Cookie, Server Side.
Karakteristik Klien :
Karakteristik Klien :
- Selalu memulai permintaan ke
server.
- Menunggu balasan.
- Menerima balasan.
- Biasanya terhubung ke
sejumlah kecil dari server pada satu waktu.
- Biasanya berinteraksi
langsung dengan pengguna akhir dengan menggunakan antarmuka pengguna
seperti antarmuka pengguna grafis.
- Khusus jenis klien mencakup:
web browser, e-mail klien, dan online chat klien.
- Arsitektur
Sisi Server
Sebuah
eksekusi sisi server adalah server Web khusus eksekusi yang melampaui standar
metode HTTP itu harus mendukung. Sebagai contoh, penggunaan CGI script sisi
server khusus tag tertanam di halaman HTML; tag ini memicu tindakan terjadi
atau program untuk mengeksekusi.
Karakteristik Server :
- Selalu menunggu permintaan
dari salah satu klien.
- Melayani klien permintaan
kemudian menjawab dengan data yang diminta ke klien.
- Sebuah server dapat berkomunikasi
dengan server lain untuk melayani permintaan klien.
- Jenis server khusus
mencakup: web server, FTP server, database server, E-mail server, file
server, print server. Kebanyakan web layanan ini juga jenis server.
Jadi, secara
umum Arsitektur Klien-Server atau jaringan komputer adalah sebuah aplikasi
terdistribusi arsitektur yang partisi tugas atau beban kerja antara penyedia
layanan (server) dan pelayanan pemohon, disebut klien. Sering kali klien dan
server beroperasi melalui jaringan komputer pada hardware terpisah. Sebuah
mesin server adalah performa tinggi host yang menjalankan satu atau lebih
program server yang berbagi sumber daya dengan klien. Seorang klien tidak
berbagi apapun dari sumber daya, tetapi meminta server layanan konten atau fungsi.
Oleh karena itu klien memulai sesi komunikasi dengan server yang menunggu
(mendengarkan) masuk permintaan.
Dalam perkembangannya, client/server dikembangkan
oleh dominasi perusahaan software besar yaitu Baan, Informix, Lotus, Microsoft,
Novell, Oracle, PeopleSoft, SAP, Sun, dan Sybase. Perusahaan-perusahaan ini
adalah superstar pada era pertama dimunculkannya konsep client/ server. Saat
ini perusahaanperusahaan ini telah menjadi perusahaan komputer yang stabil dan
besar.
Client Server
Client adalah sebuah individu yang
berhubungan dengan server untuk meminta data atau layanan ke server sedangkan
server ialah, induvidu yang menyediakan data atau layanan yang di minta oleh
client . ClientServer adalah pembagian kerja antara server dan client yang memiliki
akses server dalam suatu satu jaringan. Jadi arsitektur client-server adalah
desain sebuah aplikasi terdiri dari client dan server yang saling berkomunikasi
ketika mengakses server dalam suatu jaringan. Yang biasa bisa digunakan untuk :
Ø Servis (layanan)
Ø Sharing resources (sumber daya)
Ø Asymmetrical protocol (protokol yang tidak
simetris )
Ø Pesan berbasiskan komunikasi
Ø Pemisahan interface dan implementasi
Macam-macam arsitektur Client-Server
yaitu:
Ø Standalone (one-tier)
Arsitektur Single- Tier adalah semua
komponen produksi dari sistem dijalankan pada komputer yang sama. Sederhana dan
alternatifnya sangat mahal. Membutuhkan sedikit perlengkapan untuk dibeli dan
dipelihara.
Ø Client/Server (two tier)
Dalam model client/server,
pemrosesan pada sebuah aplikasi terjadi pada client dan server. Client/server
adalah tipikal sebuah aplikasi two-tier dengan banyakclient dan sebuah server
yang dihubungkan melalui sebuah jaringan.
Ø Three Tier
Arsitektur Three Tier merupakan
inovasi dari arsitektur Client Server. Pada arsitektur Three Tier ini terdapat
Application Server yang berdiri di antara
Client dan Database Server. Contoh
dari Application server adalah IIS, WebSphere, dan sebagainya.
Ø Multi Tier
Arsitektur Multi Tier adalah suatu metode yang sangat mirip
dengan Three Tier. Bedanya, pada Multi Tier akan diperjelas bagian UI (User
Interface) dan Data Processing. Yang membedakan arsitektur ini adalah dengan
adanya Business Logic Server. Database Server dan Bussines Logic Server merupakan
bagian dari Data Processing.
Langganan:
Postingan (Atom)